NIKMATNYA JADI ‘JOJOBA’
Like
it or not, ‘desakan lingkungan’ untuk punya pacar biasanya akan
terus-menerus datang sebelum kita menggandeng cowok buat dikenalkan ke
orangtua atau teman-teman.
Tetap Positif
Saking
intensnya desakan-desakan tadi dari luar dan dalam, konflik pun akan
timbul dalam diri kita. Kita yang tadinya nggak memikirkan pacar
karena sudah menemukan kesenangan baru saat menjomblo, gara-gara
desakan orangtua dan keluarga, kita jadi mikir lagi. Iya, ya, waktu
berjalan terus dan mendekati batas yang sudah ditentukan, kita belum
dapat pacar juga!
Beban ini pasti akan terasa makin berat jika kita
nggak segera menemukan win-win solution. Buru-buru cari pacar biar
nyokap atau saudara nggak bawel? Nggak bijaksana juga, tuh! Kalau
salah pilih, kita sendiri yang bakal jadi korban perasaan. Beneran,
deh, ortu juga nggak bahagia, kok, kalau anaknya sedih….
Pertama-tama
kita kudu tahu dulu, nih, apa, sih, alasan kita nggak pengen punya
pacar? Jangan-jangan… kita sendiri yang minder dan nggak pede,
merasa kalah saingan dengan rekan kerja atau teman kuliah yang cantik,
menarik, seksi, ramah, gaul, dan sejuta kelebihan mereka lainnya.
Ngapain Sedih?
Mungkin
nggak sedikit di antara kita yang merasa nggak punya masalah dengan
masa lalu, nggak pengen juga buru-buru punya pacar, dan sangat sangat
sangat nyaman dengan kesendirian ini. Nah, kalau sudah begini, kudu
ngapain, nih, biar tetap nggak musingin omongan orang luar?
“Ketika
seseorang memutuskan untuk tidak berpacaran dulu pasti ada pertimbangan
tertentu. Mungkin ada sesuatu yang lebih penting yang ingin diraihnya
terlebih dulu, misalnya karier, atau mungkin karena habis putus sama
pacar dan ingin cooling down dulu, “ jelas Rani Agias Fitri, M.Si.,
psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI.
Rani menyarankan, untuk menghadapi omongan orang luar
yang kita rasa mengganggu ini, kita harus berani berprinsip kalau ini
adalah hidup kita dan kita sendirilah yang paling tahu apa yang terbaik
buat diri kita sendiri, tanpa ada campur tangan orang lain. “Daripada
pacaran tapi nggak sreg atau belum siap untuk relationship yang baru,
kenapa harus dipaksakan? Toh, dengan menjomblo, kita tidak merugikan
siapa-siapa.” CC
dengan kata laen adalah: jika kita sdh berusaha sekuat tenaga kita untuk tetep melanjutkan hidup ini, berkarier tetep jalan, percintaan pinginnya juga tetep jalan tapi mau bagaiamana lagi jika Tuhan blm mempertemukan kita dgn seseorang yg bener2 cocok buat kita maka yakinlah bahwa Tuhan punya rencana lain yg lebih baik dr pada yg kamu fikirkan.
oke prend….








October 21st, 2008 at 10:25 am
dah kejawab,
dah nemuin soulmate km
selanjutnya.. to be continue
hehe.. pisss.. :p
November 25th, 2008 at 7:05 pm
hua..haha…
sayangnya belum ….
so… masih nunggu deh saat yg indah itu tiba.